Indeks

Tampilkan postingan dengan label Nikah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nikah. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Februari 2012

S004A127 - Mereka meminta fatwa kepadamu tentang para wanita

Sebelumnya ......

(004:127)

wa yastaftunaka fin nisa'

qul lillahu yuftikum fi hinna wa ma yutla 'alaikum fil kitabi fi yataman nisa-il lati la tu'tuna hunna ma kutiba lahunna wa targhobuna an tankihu hunna wal mustadh'afina minal wildan

wa an taqumul yatama bil qisth

wa ma taf'alu min khoirin fa innallaha kana bihi 'alima

Dan mereka meminta fatwa kepadamu tentang para wanita.

Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Al Qur-an tentang para wanita yatim yang kamu tidak memberikan kepada mereka apa yang ditetapkan untuk mereka, sedang kamu ingin menikahi mereka dan tentang anak-anak yang masih dipandang lemah.

Dan supaya kamu mengurus anak-anak yatim secara adil.

Dan kebajikan apa yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui."

(QS 4 An Nisa' ayat 127)


Selanjutnya ......

Jumat, 16 Desember 2011

S004A003 - Nikahilah Perempuan Yang Kamu Senangi

(003) wa in khiftum alla tuqsithu fil yatama fankihu ma thobalakum minan nisa'i matsna wa tsulatsa wa ruba'

fain khiftum alla ta'dilu fa wahidatan au ma malakat aimanukum

dzalika adna alla ta'ulu
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat.

Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka nikahilah seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki.

Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya


(QSF An Nisa' ayat 3)

Kamis, 15 September 2011

S002A241 - Kepada wanita yang ditalak hendaklah diberikan mut'ah

wa lil muthollaqoti mata'um bil ma'ruf

haqqon 'alal muttaqin

Artinya:

Kepada wanita-wanita yang ditalak (hendaklah diberikan oleh suaminya)
mut'ah menurut yang makruf.

Sebagai suatu kewajiban bagi orang-orang yang takwa.

(QS 2 Al Baqoroh ayat 241)

S002A237 - Menceraikan Isteri sebelum bercampur

wa in thollaqtumu hunna min qobli an tamassu hunna wa qod farodhtum
lahunna faridhotan fa nishfu ma faodhtum illa ay ya'funa au ya'fuwal
ladzi bi yadihi 'uqdatun nikah

wa an ta'fu aqrobu littaqwa

wala tansawul fadhla bainakum

innallaha bi ma ta'maluna bashir

Artinya:

Jika kamu menceraikan isteri-isterimu sebelum kamu bercampur dengan
mereka, padahal sesungguhnya kamu sudah menentukan maharnya, maka
bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukan itu, kecuali
jika isteri-isterimu itu memaafkan atau dimaafkan oleh orang yang
memegangi ikatan nikah, dan pemaafan kamu itu lebih dekat kepada
takwa.

Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu.

Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kamu kerjakan.

(QS 2 Al Baqoroh ayat 237)

S002A236 - Tidak wajib membayar mahar

la junaha 'alaikum in thollaqtumun nisa-a ma lam tamassu hunna au
tafridhu lahunna faridhoh

wa matti'u hunna 'alal musi'i qodaruhu wa 'alal muqtiri qodaruh

mata'am bil ma'ruf

haqqon 'alal muhsinin

Artinya:

Tidak ada kewjiban membayar (mahar) atas kamu, jika kamu
menceraikan isteri-isterimu sebelum kamu bercampur dengan mereka dan
sebelum kamu menentukan maharnya.

Dan hendaklah kamu berikan suatu mut'ah (pemberian) kepada mereka.
Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut
kemampuannya (pula),

yaitu memberikan menurut yang patut.

Yang demikian itu merupakan ketentuan bagi orang-orang yang berbuat kebajikan.

(QS 2 Al Baqoroh ayat 236)

S002A235 - Adab meminang wanita di masa 'iddah

wala junaha 'alaikum fi ma 'arrodhtum bihi min khithbatin nisa-i au
aknantum fi anfusikum

'alimallahu annakum satadzkuruna hunna walakil la tuwa'idu hunna
sirron illa an taqulu qoulam ma'rufa

wala ta'zimu 'uqbatan nikahi hatta yablughol kitabu ajalah

wa'lamu annallaha ya'lamu ma fi anfusikum fahdzaruh

wa'lamu annallaha ghofurun halim

Artinya:

Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita (yang masih dalam
masa iddah) itu dengan sindiran atau menyembunyikan (keinginan
mengawini mereka) dalam hatimu.

Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada
itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara
rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang
makruf.

Dan janganlah kamu berazam (bertetap hati) untuk berakad nikah,
sebelum habis iddahnya.

Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu,
maka takulah kepad-Nya.

Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

(QS 2 Al Baqoroh ayat 235)

S002A232

wa idza thollaqtumun nisa-a fa balaghna ajalahunna fala ta'dhuluhunna
ay yankihna azwajahunna idza tarodhou bainahum bil ma'ruf

dzalika yu'adhu bihi man kana minkum yu'minu billahi wal yaumil akhir

dzalikum azkalakum wa ath-har

wallaahu ya'lamu wa antum la ta'lamun

Artinya:

Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu habis iddahnya, maka
janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal
suaminya, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara
yang makruf.

Itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman di antara
kamu kepada Allah dan hari kemudian.

Itu lebih baik bagimu dan lebih suci.

Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

(QS 2 Al Baqoroh ayat 232)

S002A221 - Jangan menikahi orang musrik

wala tankihul musyrikati hatta yu'min wa lamatum mu'minatun khoirum
mim musyrikatiw walau a'jabatkum

wala tankihul musyrikina hatta yu'minu wa la'abdum mu'minun khoirum
mim musyrikiw walau a'jabakum

ulaika yad'una ilan nar wallahu yad'u ilal jannati wal maghfiroti bi
idznih wa yubayyinu ayatihi linnasi la'alla hum yatadzakkarun

Artinya:

Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka
beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita
musyrik walaupun dia menarik hatimu.

Dan janganlah kamu menikahkan orabg-orang musyrik (dengan
wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang
mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu.

Mereka mengajak ke neraka sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan
dengan izin-Nya.

Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (peerintah-perintan-Nya) kepada
manusia supaya mereka mengambil pelajaran.

(QS 2 Al Baqoroh ayat 221)