Indeks

Tampilkan postingan dengan label Cerai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerai. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Februari 2012

S004A130 - Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan

Sebelumnya ......

(004:130)

wa iy yatafarroqo yughnillahu kulla min sa'atih

wa kanallahu wasai'an hakima

Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masing dari limpahan karunia-Nya.

Dan adalah Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Bijaksana.

(QS 4 An Nisa' ayat 130)


Selanjutnya ......

Kamis, 15 September 2011

S002A241 - Kepada wanita yang ditalak hendaklah diberikan mut'ah

wa lil muthollaqoti mata'um bil ma'ruf

haqqon 'alal muttaqin

Artinya:

Kepada wanita-wanita yang ditalak (hendaklah diberikan oleh suaminya)
mut'ah menurut yang makruf.

Sebagai suatu kewajiban bagi orang-orang yang takwa.

(QS 2 Al Baqoroh ayat 241)

S002A237 - Menceraikan Isteri sebelum bercampur

wa in thollaqtumu hunna min qobli an tamassu hunna wa qod farodhtum
lahunna faridhotan fa nishfu ma faodhtum illa ay ya'funa au ya'fuwal
ladzi bi yadihi 'uqdatun nikah

wa an ta'fu aqrobu littaqwa

wala tansawul fadhla bainakum

innallaha bi ma ta'maluna bashir

Artinya:

Jika kamu menceraikan isteri-isterimu sebelum kamu bercampur dengan
mereka, padahal sesungguhnya kamu sudah menentukan maharnya, maka
bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukan itu, kecuali
jika isteri-isterimu itu memaafkan atau dimaafkan oleh orang yang
memegangi ikatan nikah, dan pemaafan kamu itu lebih dekat kepada
takwa.

Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu.

Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kamu kerjakan.

(QS 2 Al Baqoroh ayat 237)

S002A236 - Tidak wajib membayar mahar

la junaha 'alaikum in thollaqtumun nisa-a ma lam tamassu hunna au
tafridhu lahunna faridhoh

wa matti'u hunna 'alal musi'i qodaruhu wa 'alal muqtiri qodaruh

mata'am bil ma'ruf

haqqon 'alal muhsinin

Artinya:

Tidak ada kewjiban membayar (mahar) atas kamu, jika kamu
menceraikan isteri-isterimu sebelum kamu bercampur dengan mereka dan
sebelum kamu menentukan maharnya.

Dan hendaklah kamu berikan suatu mut'ah (pemberian) kepada mereka.
Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut
kemampuannya (pula),

yaitu memberikan menurut yang patut.

Yang demikian itu merupakan ketentuan bagi orang-orang yang berbuat kebajikan.

(QS 2 Al Baqoroh ayat 236)

S002A235 - Adab meminang wanita di masa 'iddah

wala junaha 'alaikum fi ma 'arrodhtum bihi min khithbatin nisa-i au
aknantum fi anfusikum

'alimallahu annakum satadzkuruna hunna walakil la tuwa'idu hunna
sirron illa an taqulu qoulam ma'rufa

wala ta'zimu 'uqbatan nikahi hatta yablughol kitabu ajalah

wa'lamu annallaha ya'lamu ma fi anfusikum fahdzaruh

wa'lamu annallaha ghofurun halim

Artinya:

Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita (yang masih dalam
masa iddah) itu dengan sindiran atau menyembunyikan (keinginan
mengawini mereka) dalam hatimu.

Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada
itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara
rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang
makruf.

Dan janganlah kamu berazam (bertetap hati) untuk berakad nikah,
sebelum habis iddahnya.

Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu,
maka takulah kepad-Nya.

Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

(QS 2 Al Baqoroh ayat 235)

S002A231

wa idza thollaqtumun nisa-a fa balaghna ajala hunna fa amsiku hunna bi
ma'rufin au sarrihu hunna bi ma'ruf

wala tumsiku hunna dhirorol lita'tadu

wa may yaf'al dzalika fa qod dholama nafsah

wala tattakhidu ayatillahi huzuwaw wadzkuru ni'matallahi 'alaikum wa
ma anzala 'alaikum minal kitabi wal hikmati ya'idhu kum bih

wattaqullaha wa'lamu annallaha bi kulli syaiin 'alim

Artinya:

Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu ia mendekati akhir
iddahnya, maka rujukilah mereka dengan cara yang makruf atau
ceraikanlah mereka dengan cara yang makruf (pula)

Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudharatan, karena dengan
demikian kamu menganiaya mereka.

Barang siapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat zalim
kepada dirinya sendiri.

Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah sebagai permainan. Dan
ingatlah nikmat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah
kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan Al Hikmah (As Sunnah). Allah
memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu.

Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha
Mengetahui segala sesuatu.

(QS 2 Al Baqoroh ayat 231)


--
Sudarsono<br>
+6281514115168<br>
+6283870712658<br>
Facebook http://facebook.com/darsonosimbah<br>
Twitter http://twitter.com/darsono_simbah<br><p>

S002A230

fa in thollaqoha fala yahillu lahu mim ba'du hatta tankiha zaujan ghoiroh

fain thollaqoha fala junaha 'alaihima ay yataroja'a in dhonna ay
yuqima hududallah

wa tilka hududullahi yubayyinuha liqoumiy ya'lamun

Artinya:

Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah talak yang kedua), maka
perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dia kawin dengan suami
yang lain.

Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa
bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali
jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah.

Itulah hukum-hukum Allah, diterangkannya kepada kaum yang (mau) mengetahui.

(QS 2 Al Baqoroh ayat 230)


--
Sudarsono<br>
+6281514115168<br>
+6283870712658<br>
Facebook http://facebook.com/darsonosimbah<br>
Twitter http://twitter.com/darsono_simbah<br><p>

S002A229

at-tholaqu marrotan

fa imsakum bi ma'rufin au tasrihum bi ihsan

wala yahillu lakum an ta'khudzu mimma ataitumu hunna syaian illa ay
yakhofa alla yuqima khudu dallah

fa in hiftum alla yuqima hududallah

fa la junaha 'alaihima fi maftadat bih

tilka khududullahi fala ta'tadu ha

wa may yata'adda hududallahi fa ulaika humudh dholimun

Artinya:

Talak (yang dapat dirujuki) dua kali.

Setelah itu boleh rujuk lagi boleh rujuk lagi dengan cara yang makruf
atau menceraikan dengan cara yang baik.

Tidak halal bagimu mengambil kembali dari sesuatu yang telah kamu
berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan
dapat menjalankan hukum-hukum Allah.

Jika kamu kawatir bahwa keduanya (suami isteri) tidak dapat
menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya
tentang bayaran yang diberikan oleh isteri untuk menebus dirinya.

Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya.

Barang siapa yang melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulah
orang-orang yang zalim.

(QS 2 Al Baqoroh ayat 229)


--
Sudarsono<br>
+6281514115168<br>
+6283870712658<br>
Facebook http://facebook.com/darsonosimbah<br>
Twitter http://twitter.com/darsono_simbah<br><p>

S002A228

wal muthollaqotu yatarobashna bi anfusihinna tsalatsata quru'

wala yahillu lahunna ay yaktumna ma kholaqollahu fi arhami hinna in
kunna yu'minna billahi wal yaumil akhir

wa bu'ulatu hunna a haqqu bi roddi hinna fi dzalika in arodu ishlaha

wa lahunna mitslul ladzi 'alaihinna bil ma'ruf

wa lirrijali 'alaihinna darojah

wallahu 'azizun hakim

Artinya:

Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali
suci (haid).

Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam
rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhir.

Dan suami-suaminya berhak berhak merujukinya dalam masa menanti itu,
jika mereka menghendaki ishlah.

Dan para wanita memiliki hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut
cara yang makruf.

Akan tetapi para suami, memiliki satu tingkatan kelebihan daripada isterinya.

Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

(QS 2 Al Baqoroh ayat 228)

S002A226

lilladzina yu'luna min nisai him tarobbusu arba'ati asyhur

fa in fa-u fa innallaha ghofurur rohim

Artinya:

Kepada orang-orang yang meng-ilak isterinya diberi tangguh empat bulan
(lamanya).

Kemudian jika mereka kembali (kepada isterinya), maka sesungguhnya
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

(QS 2 Al Baqoroh ayat 226)

Catatn: Meng-ilak artinya bersumpah tidak akan mencampuri isterinya