Indeks

Tampilkan postingan dengan label Perkawinan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perkawinan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 September 2011

S002A231

wa idza thollaqtumun nisa-a fa balaghna ajala hunna fa amsiku hunna bi
ma'rufin au sarrihu hunna bi ma'ruf

wala tumsiku hunna dhirorol lita'tadu

wa may yaf'al dzalika fa qod dholama nafsah

wala tattakhidu ayatillahi huzuwaw wadzkuru ni'matallahi 'alaikum wa
ma anzala 'alaikum minal kitabi wal hikmati ya'idhu kum bih

wattaqullaha wa'lamu annallaha bi kulli syaiin 'alim

Artinya:

Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu ia mendekati akhir
iddahnya, maka rujukilah mereka dengan cara yang makruf atau
ceraikanlah mereka dengan cara yang makruf (pula)

Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudharatan, karena dengan
demikian kamu menganiaya mereka.

Barang siapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat zalim
kepada dirinya sendiri.

Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah sebagai permainan. Dan
ingatlah nikmat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah
kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan Al Hikmah (As Sunnah). Allah
memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu.

Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha
Mengetahui segala sesuatu.

(QS 2 Al Baqoroh ayat 231)


--
Sudarsono<br>
+6281514115168<br>
+6283870712658<br>
Facebook http://facebook.com/darsonosimbah<br>
Twitter http://twitter.com/darsono_simbah<br><p>

S002A230

fa in thollaqoha fala yahillu lahu mim ba'du hatta tankiha zaujan ghoiroh

fain thollaqoha fala junaha 'alaihima ay yataroja'a in dhonna ay
yuqima hududallah

wa tilka hududullahi yubayyinuha liqoumiy ya'lamun

Artinya:

Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah talak yang kedua), maka
perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dia kawin dengan suami
yang lain.

Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa
bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali
jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah.

Itulah hukum-hukum Allah, diterangkannya kepada kaum yang (mau) mengetahui.

(QS 2 Al Baqoroh ayat 230)


--
Sudarsono<br>
+6281514115168<br>
+6283870712658<br>
Facebook http://facebook.com/darsonosimbah<br>
Twitter http://twitter.com/darsono_simbah<br><p>

S002A229

at-tholaqu marrotan

fa imsakum bi ma'rufin au tasrihum bi ihsan

wala yahillu lakum an ta'khudzu mimma ataitumu hunna syaian illa ay
yakhofa alla yuqima khudu dallah

fa in hiftum alla yuqima hududallah

fa la junaha 'alaihima fi maftadat bih

tilka khududullahi fala ta'tadu ha

wa may yata'adda hududallahi fa ulaika humudh dholimun

Artinya:

Talak (yang dapat dirujuki) dua kali.

Setelah itu boleh rujuk lagi boleh rujuk lagi dengan cara yang makruf
atau menceraikan dengan cara yang baik.

Tidak halal bagimu mengambil kembali dari sesuatu yang telah kamu
berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan
dapat menjalankan hukum-hukum Allah.

Jika kamu kawatir bahwa keduanya (suami isteri) tidak dapat
menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya
tentang bayaran yang diberikan oleh isteri untuk menebus dirinya.

Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya.

Barang siapa yang melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulah
orang-orang yang zalim.

(QS 2 Al Baqoroh ayat 229)


--
Sudarsono<br>
+6281514115168<br>
+6283870712658<br>
Facebook http://facebook.com/darsonosimbah<br>
Twitter http://twitter.com/darsono_simbah<br><p>