Indeks

Tampilkan postingan dengan label Iddah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iddah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 September 2011

S002A234

wal ladzina yutawaffauna minkum wa yadzaruna azwajan yatarobbashna bi
anfusihinna arba'ata asyhuriw wa 'ashro

fa idza balaghna ajalahunna fala junaha 'alaikum fi ha fa'alna fi
anfusihinna bil ma'ruf

wallahu bi ma ta'maluna khobir

Artinya:

Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan
isteri-isteri (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya
(ber-iddah) empat bulan sepuluh hari.

Kemudian apabila telah habis iddahnya, maka tiada dosa bagimu (para
wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang
patut.

Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.

(QS 2 Al Baqoroh ayat 234)

S002A232

wa idza thollaqtumun nisa-a fa balaghna ajalahunna fala ta'dhuluhunna
ay yankihna azwajahunna idza tarodhou bainahum bil ma'ruf

dzalika yu'adhu bihi man kana minkum yu'minu billahi wal yaumil akhir

dzalikum azkalakum wa ath-har

wallaahu ya'lamu wa antum la ta'lamun

Artinya:

Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu habis iddahnya, maka
janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal
suaminya, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara
yang makruf.

Itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman di antara
kamu kepada Allah dan hari kemudian.

Itu lebih baik bagimu dan lebih suci.

Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

(QS 2 Al Baqoroh ayat 232)

S002A228

wal muthollaqotu yatarobashna bi anfusihinna tsalatsata quru'

wala yahillu lahunna ay yaktumna ma kholaqollahu fi arhami hinna in
kunna yu'minna billahi wal yaumil akhir

wa bu'ulatu hunna a haqqu bi roddi hinna fi dzalika in arodu ishlaha

wa lahunna mitslul ladzi 'alaihinna bil ma'ruf

wa lirrijali 'alaihinna darojah

wallahu 'azizun hakim

Artinya:

Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali
suci (haid).

Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam
rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhir.

Dan suami-suaminya berhak berhak merujukinya dalam masa menanti itu,
jika mereka menghendaki ishlah.

Dan para wanita memiliki hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut
cara yang makruf.

Akan tetapi para suami, memiliki satu tingkatan kelebihan daripada isterinya.

Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

(QS 2 Al Baqoroh ayat 228)