Indeks

Tampilkan postingan dengan label Adab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adab. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Januari 2016

ADAB UTANG PIUTANG


 
1. Jangan pernah tidak mencatat utang piutang

"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya." (QS Al-Baqarah: 282)

2. Jangan pernah berniat tidak melunasi utang.

"Siapa saja yang berutang, sedang ia berniat tidak melunasi utangnya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang PENCURI." (HR Ibnu Majah ~ hasan shahih)

3. Punya rasa takut jika tidak bayar utang, karena alasan dosa yang tidak diampuni dan tidak masuk surga.
َّ
"Semua dosa orang yang mati syahid diampuni KECUALI utang". (HR Muslim)

4. Jangan merasa tenang kalau masih punya utang.

"Barangsiapa mati dan masih berutang satu dinar atau dirham, maka utang tersebut akan dilunasi dengan (diambil) amal kebaikannya, karena di sana (akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham." (HR Ibnu Majah ~ shahih)

5. Jangan pernah menunda membayar utang.

"Menunda-nunda (bayar utang) bagi orang yang mampu (bayar) adalah kezaliman." (HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)

6. Jangan pernah menunggu ditagih dulu baru membayar utang.

"Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam pembayaran utang. (HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)

7. Jangan pernah mempersulit dan banyak alasan dalam pembayaran utang.

"Allah 'Azza wa jalla akan memasukkan ke dalam surga orang yang mudah ketika membeli, menjual, dan melunasi utang." (HR An-Nasa'i, dan Ibnu Majah)

8. Jangan pernah meremehkan utang meskipun sedikit.

"Ruh seorang mukmin itu tergantung kepada utangnya sampai utangnya dibayarkan." (HR at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

9. Jangan pernah berbohong kepada pihak yang memberi utang.

"Sesungguhnya, ketika seseorang berutang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan ingkar." (HR Bukhari dan Muslim)

10. Jangan pernah berjanji jika tidak mampu memenuhinya.

"... Dan penuhilah janji karena janji itu pasti dimintai pertanggungjawaban .." (QS Al-Israa': 34)

11. Jangan pernah lupa doakan orang yang telah memberi utang.

"Barang siapa telah berbuat kebaikan kepadamu, balaslah kebaikannya itu. Jika engkau tidak menemukan apa yang dapat membalas kebaikannya itu, maka berdoalah untuknya sampai engkau menganggap bahwa engkau benar-benar telah membalas kebaikannya." (HR An-Nasa'i dan Abu Dawud)

Jumat, 09 Desember 2011

S017A023-024 - Adab Kepada Kedua Orang Tua

"hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya."

(023) wa qodho robbuka alla ta'budu illa iyyah

wa bil walidaini ihsana

imma yab-lughonna 'indakal kibaro ahaduhuma au kilahuma fala atqul lahuma uff

wala tanharhuma

wa qul lahuma qoulan karima

Dan Tuhanmu telah memerintahkan suapaya kamu jangan menyembah selain Dia,

dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.

Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya telah sampai umur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka jangan sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah",

dan janganlah kamu membentak mereka,

dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia


(024) wahfidh lahuma janahadzulli minarrohmah

wa qur robbir-hamhuma kama robbayani shoghiro
Dan rendahkan dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh rasa sayang,

dan doakanlah keduanya: "robbir hamhuma kama robbayani shoghiro (Ya Tuhan kami, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil)."


(QS 17 Al Isro' ayat 23-24)

Kamis, 15 September 2011

S002A235 - Adab meminang wanita di masa 'iddah

wala junaha 'alaikum fi ma 'arrodhtum bihi min khithbatin nisa-i au
aknantum fi anfusikum

'alimallahu annakum satadzkuruna hunna walakil la tuwa'idu hunna
sirron illa an taqulu qoulam ma'rufa

wala ta'zimu 'uqbatan nikahi hatta yablughol kitabu ajalah

wa'lamu annallaha ya'lamu ma fi anfusikum fahdzaruh

wa'lamu annallaha ghofurun halim

Artinya:

Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita (yang masih dalam
masa iddah) itu dengan sindiran atau menyembunyikan (keinginan
mengawini mereka) dalam hatimu.

Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada
itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara
rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang
makruf.

Dan janganlah kamu berazam (bertetap hati) untuk berakad nikah,
sebelum habis iddahnya.

Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu,
maka takulah kepad-Nya.

Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

(QS 2 Al Baqoroh ayat 235)