Sebelumnya ......
(020:086) fa roja'a musa ila qoumihi ghodhbana asifa(n)
qola ya qoumi
alam ya'idkum robbukum wa'dan hasana(n)
afa thola 'alaikumul 'ahdu
am arodtum ay yahilla 'alaikum ghodhobum mir robbikum
fa akhlaftum mau'idi
Kemudian, Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati.(020:087) qolu
Dia (Musa) berkata, "Wahai kaumku!
Bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik?
Apakah terlalu lama masa perjanjian itu bagimu,
atau kamu menghendaki agar kemurkaan Tuhan menimpamu,
mengapa engkau melanggar perjanjianmu dengan aku?"
ma akhlafna mau'idaka bi malkina
walakinna khummilna auzarom min zinatil qoum(i)
fa qodafnaha
fa kadzalika alqos samiri
Mereka (kaum Musa) berkata,(020:088) fa akhroja lahum 'ijlan jasadal-lahu khuwar(un)
"Kami tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri,
tetapi kami terus membawa beban beerat dari perhiasan kaum (Fir'aun) itu,
kemudian kami melemparkannya (ke dalam api),
dan demikian pula Samiri melemparkannya."
fa qolu hadza ilahukum wa ilahu musa, fa nasiya
kemudian (dari lubang api itu) dia (Samiri) mengeluarkan (patung) anak sapi yang bertubuh dan bersuara untuk mereka,(020:089) afa la yarouna alla yarji'u ilaihim qoula(n)
maka mereka berkata, "Inilah Tuhanmu dan Tuhannya Musa, tetapi di (Musa) telah lupa."
wa la yamliku lahum dhorrow wa la naf'a(n)
Maka, tidakkah mereka memperhatikan bahwa (patung anak sapi itu) tidak dapat memberi jawaban kepada mereka,(QS 20 Thoha ayat 86-89)
dan tidak kuasa menolak mudorot maupun mendatangkan manfaat kepada mereka.
Selanjutnya ......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar